Lombok Tengah, NTB Kompasraya.Com
9 September 2026 — Suasana penuh keakraban, persaudaraan, dan semangat sinergi lintas elemen masyarakat terjalin sangat erat dalam pertemuan silaturahmi yang berlangsung di kawasan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Laskar Sasak Kabupaten Lombok Barat, sosok yang sangat dikenal dan dihormati masyarakat luas dengan panggilan akrab Rusdi. Kehadiran beliau menjadi titik temu yang menyatukan berbagai tokoh penting yang bergerak di bidang organisasi kemasyarakatan, jurnalistik, hukum, serta tokoh adat dan agama yang menjadi penunjuk jalan bagi warga di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan yang berlangsung santai namun sarat muatan nilai-nilai luhur dan kepentingan publik ini, Rusdi duduk bersanding, bertukar pandangan, dan membahas berbagai hal strategis bersama sejumlah tokoh kunci, yaitu: Bang Rifai, Kepala Wartawan Liputan KPK NTB yang dikenal luas sebagai insan pers yang teguh memegang prinsip kebenaran, transparansi, dan berani mengawal jalannya pemerintahan serta pengelolaan keuangan daerah demi kepentingan rakyat; Fadli, seorang advokat berlisensi resmi yang tergabung dalam Persatuan Advokat Indonesia (PERSADIN), yang dikenal berdedikasi tinggi dalam membela keadilan, melindungi hak-hak warga negara, serta mendekatkan akses hukum hingga ke pelosok desa; Fatnar, tokoh masyarakat sekaligus mitra strategis yang akrab disapa oleh semua orang dengan nama Ondo, sosok yang dikenal dekat dengan rakyat, selalu hadir di tengah permasalahan warga, dan menjadi jembatan penghubung antara masyarakat dengan lembaga berwenang; serta Abah Usman, tokoh adat dan agama yang sangat dihormati dan dicintai seantero Pulau Lombok, yang setiap kata dan nasihatnya selalu menjadi pegangan dan pedoman hidup bagi banyak orang karena kebijaksanaan, ketakwaan, dan pengalaman hidupnya yang luas.
Pertemuan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah momen bersejarah yang menunjukkan bahwa meskipun setiap orang memiliki latar belakang, profesi, dan tugas yang berbeda-beda, namun semuanya tetap terikat dalam satu ikatan persaudaraan yang kokoh, satu tanah air yang sama, serta satu tujuan mulia: menjaga keutuhan persatuan, menegakkan kebenaran dan keadilan, serta bekerja keras membangun daerah agar menjadi tempat tinggal yang aman, damai, tertib, adil, dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat.
Rusdi: Laskar Sasak Berkomitmen Menjaga Nilai Luhur, Persatuan, dan Kesejahteraan Rakyat
Di awal perbincangan, Rusdi selaku pimpinan tertinggi Laskar Sasak di wilayah Lombok Barat, menyampaikan secara rinci tentang jati diri, sejarah, dan tugas pokok organisasi yang dipimpinnya. Menurutnya, Laskar Sasak lahir dari rahim budaya dan kearifan lokal masyarakat Sasak, tumbuh bersama rakyat, dan dibentuk dengan tujuan murni untuk menjaga, melestarikan, serta menanamkan kembali nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para leluhur sejak ratusan tahun silam. Nilai-nilai itu meliputi kejujuran, keberanian, kesetiaan, persaudaraan, gotong royong, kepatuhan kepada agama, penghormatan kepada adat, serta rasa cinta tanah air yang mendalam.
“Bagi kami, Laskar Sasak bukanlah sekadar nama organisasi atau kelompok yang berkumpul tanpa tujuan. Kami adalah wadah persatuan anak-anak muda dan seluruh elemen masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi untuk berbakti kepada tanah kelahiran, menjaga ketertiban umum, mencegah terjadinya perselisihan antarwarga, serta menjadi garda terdepan dalam melindungi kepentingan rakyat kecil yang sering kali terpinggirkan. Kami berdiri tegak untuk mempertahankan jati diri budaya kita agar tidak terkikis oleh arus zaman, namun kami juga tetap terbuka untuk menerima kemajuan dan perubahan yang membawa kebaikan,” ujar Rusdi dengan nada bicara yang tenang namun tegas, disimak dengan saksama oleh semua pihak yang hadir.
Beliau menjelaskan bahwa kehadirannya bersilaturahmi ke Praya, bertemu dan berdiskusi secara mendalam dengan tokoh-tokoh lintas profesi ini, merupakan langkah strategis dan sangat penting yang sudah lama direncanakan. “Saya sengaja meluangkan waktu dan datang ke sini, karena saya sadar betul bahwa kekuatan kita tidak akan besar jika kita berjalan sendiri-sendiri. Organisasi kemasyarakatan seperti kami membutuhkan dukungan informasi yang benar dan jujur dari rekan-rekan pers, membutuhkan kepastian hukum dan perlindungan hak dari rekan-rekan penegak hukum, membutuhkan kedekatan dan pemahaman akan aspirasi masyarakat dari tokoh-tokoh akar rumput, serta membutuhkan bimbingan dan arahan yang bijaksana dari para tetua dan tokoh adat agama seperti Abah Usman. Ketika kita bisa duduk bersama, saling memahami tugas dan kewajiban masing-masing, serta menyatukan arah langkah, maka tidak ada tantangan yang terlalu berat, tidak ada masalah yang terlalu rumit, dan tidak ada kejahatan atau ketidakadilan yang tidak bisa kita lawan bersama-sama,” tambahnya.
Rusdi juga menegaskan bahwa pihaknya selalu siap bersinergi, bekerja sama, dan mendukung setiap kebijakan pemerintah yang benar dan membawa manfaat bagi rakyat, namun pada saat yang sama juga berani melakukan pengawasan dan mengingatkan jika ada hal-hal yang menyimpang, tidak tepat sasaran, atau merugikan kepentingan umum. “Kami tidak berpihak pada kelompok mana pun, kami tidak memandang kedudukan atau kekayaan, kami hanya berpihak kepada kebenaran, keadilan, dan kemaslahatan rakyat banyak. Itulah prinsip utama yang tidak akan pernah kami tinggalkan,” tegasnya.
Bang Rifai: Pers Adalah Mata, Telinga, dan Suara Rakyat yang Menjaga Kebenaran
Menyambut baik kedatangan dan pemikiran yang disampaikan Rusdi, Bang Rifai selaku Kepala Wartawan Liputan KPK NTB, menyampaikan pandangannya mengenai peran pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta bagaimana hubungan kerja sama yang sehat dan konstruktif dapat terjalin dengan elemen masyarakat lainnya.
“Sebagai insan pers yang bergerak khusus mengawal masalah pengelolaan keuangan negara, pencegahan korupsi, serta akuntabilitas publik, saya sangat memahami betapa berat dan pentingnya tugas yang kami emban. Pers itu ibarat mata yang melihat segala sesuatu yang terjadi, telinga yang mendengar keluh kesah dan harapan masyarakat, serta mulut yang menyampaikan suara rakyat kepada pihak berwenang dan kepada seluruh masyarakat luas. Kewajiban utama kami adalah menyampaikan informasi yang benar, akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan, tidak berita bohong, tidak berita fitnah, dan tidak memihak kepentingan golongan tertentu,” ungkap Bang Rifai dengan tegas.
Beliau menjelaskan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan yang kuat, sehat, dan berintegritas seperti Laskar Sasak sangat dibutuhkan oleh pers, karena pers tidak akan bisa bekerja maksimal dan berani jika tidak didukung oleh kesadaran dan kekuatan masyarakat. “Kami sering kali menemukan hal-hal yang janggal, penyimpangan, atau dugaan pelanggaran hukum, namun suara kami akan lemah dan mudah diredam jika tidak ada dukungan masyarakat yang terorganisir. Di sinilah peran Laskar Sasak dan organisasi lain menjadi sangat vital. Ketika kami menayangkan fakta dan kebenaran, masyarakat harus berani bersatu untuk menuntut keadilan. Sebaliknya, kami pun siap mendukung dan menyebarluaskan setiap gerakan masyarakat yang bertujuan baik, menjaga persatuan, dan membela kepentingan umum. Kami adalah mitra setia yang saling menguatkan,” jelasnya.
Bang Rifai juga sangat mengapresiasi langkah silaturahmi ini. “Pertemuan hari ini adalah bukti nyata bahwa kita semua memiliki niat yang sama: ingin daerah ini bersih dari korupsi, bebas dari penyimpangan, teratur dalam tata kelola, dan maju dalam pembangunan. Semoga tali silaturahmi ini terus terjalin kuat, menjadi jembatan yang kokoh, dan menghasilkan karya-karya besar yang bermanfaat bagi seluruh warga NTB.”
Fadli: Hukum Harus Berjalan Adil, Merata, dan Dapat Diakses Semua Orang
Sementara itu, Fadli, advokat terdaftar resmi di Persatuan Advokat Indonesia (PERSADIN), yang sehari-hari berjuang menegakkan keadilan dan memberikan bantuan hukum kepada masyarakat, memaparkan pandangannya dari sisi hukum, hak asasi manusia, dan perlindungan warga negara.
“Sebagai seorang penegak hukum yang berprofesi sebagai advokat, saya berpegang teguh pada satu prinsip dasar: hukum itu harus tegak dan berjalan adil, tanpa memandang siapa pelakunya, tanpa memandang siapa yang dirugikan, tanpa memandang kaya atau miskin, berkuasa atau rakyat biasa. Hukum adalah payung perlindungan bagi setiap warga negara, tidak boleh ada satu orang pun yang berada di atas hukum, dan tidak boleh ada satu orang pun yang tidak terlindungi oleh hukum,” ujar Fadli dengan penuh keyakinan.
Ia menyampaikan kenyataan yang ada di lapangan, bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami hak-hak hukumnya, masih banyak warga yang takut berurusan dengan lembaga hukum, masih banyak warga yang merasa tidak berdaya ketika berhadapan dengan pihak yang memiliki kekuasaan atau kekuatan lebih besar. Oleh karena itu, peran advokat, peran organisasi masyarakat, dan peran penyebar informasi harus berjalan beriringan.
“Tugas kami di PERSADIN bukan hanya menangani perkara di pengadilan, melainkan juga memberikan pemahaman hukum, penyuluhan, pendampingan, dan bantuan hukum cuma-cuma bagi mereka yang tidak mampu. Namun, kami menyadari bahwa penegakan hukum tidak akan berarti maksimal jika tidak didukung oleh nilai-nilai moral, etika, agama, dan budaya yang baik di tengah masyarakat. Di sinilah letak peran strategis Laskar Sasak yang menjaga nilai adat dan agama, serta peran pers yang menjaga kebenaran. Ketika hukum berjalan tegak, didukung budaya yang luhur, dan disertai informasi yang benar, maka masyarakat akan hidup tenang, aman, dan teratur,” jelas Fadli.
Fadli juga menekankan bahwa segala bentuk penyimpangan, pelanggaran hukum, maupun tindakan yang merugikan rakyat harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku, tanpa pandang bulu. “Kami siap mendampingi dan berjuang bersama elemen mana pun yang berniat menegakkan keadilan, dan kami siap mengawal setiap proses hukum hingga tuntas.”
Fatnar (Ondo): Dekat dengan Rakyat, Menjadi Jembatan Aspirasi dan Penyelesaian Masalah
Fatnar, yang sangat akrab dan luas dikenal dengan panggilan Ondo, sosok yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, selalu hadir mendengar keluh kesah warga, serta dikenal sebagai tokoh yang mampu menjembatani berbagai kepentingan, juga menyampaikan pandangannya yang berharga dalam pertemuan ini.
“Saya hanyalah bagian kecil dari masyarakat luas, yang selalu berusaha hadir di tengah warga, mendengar apa yang mereka rasakan, apa yang mereka butuhkan, dan apa yang menjadi kesulitan mereka. Saya bergerak di garis depan, bertemu langsung dengan warga desa, warga dusun, melihat langsung kondisi lapangan, sehingga saya tahu betul apa yang menjadi harapan dan apa yang menjadi kekhawatiran rakyat kita,” ujar Ondo dengan kerendahan hati.
Beliau menjelaskan bahwa banyak persoalan di masyarakat sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara musyawarah, kekeluargaan, dan saling pengertian, namun sering kali tersendat karena kurangnya komunikasi dan kepercayaan antar pihak. “Di sinilah saya berusaha berperan, menjadi penghubung, menjadi jembatan agar suara rakyat sampai ke pihak yang berwenang, dan sebaliknya agar kebijakan yang dibuat pemerintah dapat dipahami dengan benar oleh masyarakat. Namun tugas ini sangat berat dan tidak bisa saya kerjakan sendirian. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih bisa bertemu dan bersatu dengan saudara Rusdi, saudara Bang Rifai, saudara Fadli, serta Abah Usman. Kita saling melengkapi kekurangan satu sama lain. Yang satu menjaga budaya, yang satu menyebarkan kebenaran, yang satu menegakkan hukum, yang satu mendengar suara rakyat, dan yang satu memberikan arahan kebijaksanaan. Jika ini berjalan beriringan, maka tidak akan ada lagi suara rakyat yang terpendam, tidak akan ada lagi masalah yang tidak terselesaikan,” tegas Ondo.
Ondo juga berjanji akan terus bergerak di tengah masyarakat, mengumpulkan aspirasi, menjaga kerukunan, dan menyampaikan setiap hal yang penting kepada rekan-rekan lainnya agar dapat ditindaklanjuti dengan tepat.
Abah Usman: Persatuan, Ketaqwaan, dan Kebersamaan Adalah Kunci Segala Kemajuan
Di penghujung diskusi, Abah Usman, tokoh yang paling dihormati dan dituakan di antara mereka, menyampaikan pesan-pesan mendalam dan nasihat berharga yang menjadi inti dari seluruh pertemuan ini. Ucapan beliau didengarkan dengan penuh ketenangan, rasa hormat, dan kesungguhan hati oleh semua yang hadir.
“Anak-anakku sekalian yang saya cintai dan saya banggakan, lihatlah apa yang kalian lakukan hari ini. Kalian datang dari tempat yang berbeda, membawa tugas yang berbeda, membawa nama organisasi dan profesi yang berbeda pula, namun kalian berkumpul di sini dengan satu niat yang sama: niat baik, niat ingin berbakti, niat ingin menjaga, dan niat ingin membangun daerah tercinta ini. Ketahuilah, hal seperti inilah yang paling dicintai Allah SWT dan paling dirindukan oleh masyarakat kita. Ini adalah amal jariyah yang nilainya sangat besar, manfaatnya akan terus mengalir selama kebaikan yang kalian bangun ini tetap berjalan,” ujar Abah Usman dengan suara lembut namun penuh wibawa.
Editor:R








