TERLAMBAT..!! Klaim Pompa BBWS 250 Liter Selamatkan 8000 Hektar di Lamsel Berbalik Fakta, Padi Candipuro Sudah Panen, di Rawa Sragi Sudah Lahir Butuh Obat Bukan Air!

- Penulis

Rabu, 30 September 2026 - 06:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN kompasraya.com – Langkah darurat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Lampung Selatan yang mengerahkan pompa berkapasitas 250 liter per detik untuk mengatasi intrusi air laut di 8.000 hektare sawah di Palas dan Candipuro, dinilai sudah terlambat dan tidak sesuai kebutuhan riil petani di lapangan.

Fakta di lapangan per Rabu (30/9/2026) berbalik total dengan narasi yang dibangun.

Untuk wilayah Kecamatan Candipuro, sebagian besar sudah usai panen. Tidak ada lagi ancaman gagal panen akibat intrusi yang perlu diselamatkan dengan pompa. Tersisa hanya di wilayah Siring 3 Desa Rawa Selapan Kecamatan Candipuro, kondisi padi sudah mulai menguning dan siap panen. Pada fase menguning seperti ini, padi sudah tidak lagi memerlukan air. Jika sekarang baru dialiri air dari pompa Way Sekampung, maka jelas SUDAH TERLAMBAT..!

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi yang sama terjadi di wilayah persawahan Rawa Sragi yang meliputi Kecamatan Palas dan Kecamatan Sragi. Kondisi padi di sana sangat bervariatif, ada yang sudah lahir (keluar malai), ada juga yang masih hamil (bunting). Pada fase lahir dan hamil, yang dibutuhkan petani bukanlah tambahan debit air besar-besaran dari pompa.

“Terlambat kalau sekarang nurunin air. Padi kami di Rawa Sragi Palas dan Sragi ini sudah ada yang lahir, sudah ada yang hamil. Kalau kebanyakan air malah rebah. Yang kami butuhkan sekarang ini bukan air, tapi antisipasi hama, obat hama wereng dan tikus,” tegas Rohman petani Palas.

Petani Mekar Mulya Keluhkan Hama Tikus, Isi Air Sudah Terlambat Padi Mulai Menua

Keluhan lebih keras datang dari Petani Desa Mekar Mulya Kecamatan Palas, Syafrudin. Ia mengeluhkan serangan hama terutama tikus yang semakin menjadi-jadi di fase padi menua ini.

“Percuma sekarang diisi air juga sudah terlambat , padi kami di Mekar Mulya ini sudah mulai menua, sudah menguning. Kalau dipaksa diairi terus malah mengundang hama. Yang paling parah sekarang ini hama tikus, wereng juga mulai ada. Tikus merajalela malam-malam, batang padi kami dipotongin,” keluh Syafrudin dengan nada kecewa.

Menurut Syafrudin, bantuan pompa 250 liter/detik yang digembar-gemborkan itu tidak akan ada artinya jika tidak dibarengi dengan bantuan obat hama dan gerakan serentak pengendalian tikus.

“Seharusnya Dinas itu turun lihat dulu padi kami ini umurnya berapa. Ini sudah bukan waktunya butuh air banyak, tapi butuh obat, butuh pendampingan, tapi sampai sekarang belum ada gerakan gropyokan tikus. Kalau begini terus, yang ada kami panen tapi hasilnya dimakan tikus,” tambahnya.

Syafrudin berharap pemerintah jangan hanya pencitraan dengan pompa besar, tapi abai dengan jeritan petani yang padinya sudah menua dan diserang hama.

Kadis TPHBun Lampung Selatan Bungkam Saat Dihubungi

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Kabupaten Lampung Selatan, Mugiyono, saat dihubungi melalui telepon WhatsApp untuk dimintai tanggapan terkait fakta lapangan yang berbalik ini, memilih bungkam.

Hingga berita ini diterbitkan, Rabu (30/9/2026) sore, panggilan telepon WhatsApp berkali-kali tidak diangkat. Pesan chat yang dikirimkan untuk konfirmasi terkait keterlambatan pompanisasi dan keluhan hama tikus di Mekar Mulya juga tidak dibalas, meskipun terlihat centang dua dan online.

Sikap bungkam Kadis TPHBun ini sangat disayangkan, mengingat petani di Palas, Sragi dan Candipuro sangat membutuhkan kejelasan, apakah pompa 250 liter/detik itu benar-benar solusi, atau hanya solusi yang datang terlambat saat padi sudah tidak butuh air lagi.

Petani menilai, narasi intrusi air laut hanya menjadi alasan proyek pompanisasi darurat, padahal kebutuhan mendesak petani saat ini adalah bantuan obat-obatan untuk antisipasi serangan hama pada fase kritis padi hamil, lahir dan menua.

“Jangan sampai anggaran besar untuk pompa 250 liter itu hanya jadi seremonial saja. Kami di lapangan butuhnya sekarang penyemprotan hama dan gropyokan tikus, bukan ditambah air lagi. Kalau telat semprot, yang ada padi menguning di Siring 3 dan yang menua di Mekar Mulya itu habis dimakan hama,”pungkas petani.

Hingga kini petani berharap Pemkab Lampung Selatan lebih mendengarkan keluhan riil dari sawah, bukan hanya laporan di atas meja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompasraya.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lomba Hias Tumpeng Dan Kesenian Kuda Lumping Meriahkan HUTDes Desa Tanjung Jaya Yang Ke-40
Lomba Hias Tumpeng Meriahkan HUT ke-81 RI, Kecamatan Palas Tampilkan Kreativitas dan Kekompakan
Meriahkan HUT RI di Palas Lampung Selatan, Putri Zulhas Gelar ‘Panggung Rakyat Merdeka Dan PANsar Murah”
HUT Desa Bumi Restu Ke-56 Gelar Wayang Kulit Lakon Wahyu Pamong Sejati, Sukiman Sebut Bersama Membangun Bumi Restu Maju
Jelang Penilaian Lomba Desa HELAU, Pemdes Pulau Jaya Bersama Warga Kebut Membuat Pot Bedengan Tanaman Dibahu Jalan
Lapor Pak kapolda!! Dugaan Galian Tanah Tanpa Izin Di Dusun Sidorahayu Way Panji Dinilai Langgar Hukum, Sugianto LSM GMBI Angkat Bicara
Ketua BPK Saiman Berutu Lantik 9 Anggota P2K Desa Lae Ikan Kecamatan Penanggalan
Reses DPRD Provinsi: H. Yek Agil Serap Aspirasi dan Berikan Bantuan untuk Masjid Di Lombok Tengah
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 06:31 WIB

TERLAMBAT..!! Klaim Pompa BBWS 250 Liter Selamatkan 8000 Hektar di Lamsel Berbalik Fakta, Padi Candipuro Sudah Panen, di Rawa Sragi Sudah Lahir Butuh Obat Bukan Air!

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Lomba Hias Tumpeng Dan Kesenian Kuda Lumping Meriahkan HUTDes Desa Tanjung Jaya Yang Ke-40

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:49 WIB

Lomba Hias Tumpeng Meriahkan HUT ke-81 RI, Kecamatan Palas Tampilkan Kreativitas dan Kekompakan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Meriahkan HUT RI di Palas Lampung Selatan, Putri Zulhas Gelar ‘Panggung Rakyat Merdeka Dan PANsar Murah”

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:08 WIB

HUT Desa Bumi Restu Ke-56 Gelar Wayang Kulit Lakon Wahyu Pamong Sejati, Sukiman Sebut Bersama Membangun Bumi Restu Maju

Berita Terbaru

Uncategorized

ASDP Bakauheni Perkuat Sterilisasi melalui Sistem Akses Berlapis

Selasa, 6 Okt 2026 - 23:40 WIB