LAMPUNG SELATAN KOMPAS RAYA.COM – Desa Bumi Restu Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-56 dengan penuh semangat dan kehangatan, turut Hadir Dalam Pagelaran Diantaranya, Asisten
Drs. Muhamad Darmawan, M.M. menjabat sebagai Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kadis PMD Erdiansyah , Camat Palas Rosalina Ns, Kapolsek Palas Iptu Suyitno SH, MH, Para Kepala Desa dan Masyarakat.
Acara yang digelar mulai pukul 20.30 wib ini menampilkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, sebuah tradisi budaya yang kaya dan penuh makna bagi masyarakat setempat.Referensi Geografis
Kegiatan ini bertempat di Halaman Balai desa, yang dipenuhi oleh warga yang antusias menyaksikan pertunjukan wayang kulit yang dihadirkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pagelaran wayang kulit tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan budaya lokal dan mempererat tali persaudaraan di antara warga desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Bumi Restu , Bapak Sukiman mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh masyarakat dalam merayakan hari istimewa ini. Bapak Sukiman Juga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan pesan penting mengenai pentingnya persatuan dan kerjasama dalam membangun desa.
“Pada perayaan HUT desa yang ke-56 ini, mari kita semua bergandengan tangan untuk membangun Desa Bumi Restu menjadi lebih baik. Kekuatan kita terletak pada kebersamaan dan semangat gotong royong. Dengan bersatu, kita dapat mengatasi berbagai tantangan dan mewujudkan cita-cita bersama,” ujar Bapak Sukiman dalam sambutannya
Disela Pagelaran Wayang Kulit SUKIMAN menyebut pentas wayang kulit lakon Wahyu Pamong Sejati dapat memberikan motivasi kepada seluruh stakeholder untuk bersama-sama mendukung pembangunan membawa Desa Bumi Restu Maju.
Lakon Wahyu Pamong Sejati, kata Sukiman memiliki arti mengandung pengetahuan tentang bagaimana sosok figur pamong diceritakan sebagai tokoh smart tidak seperti masyarakat biasa, akan tetapi yang sebenarnya adalah Batara Ismaya seorang dewa yang luhur dan bijaksana yang selalu berdiri di jalan yang benar dan menjadi panutan oleh para ksatria.
“Dalam cerita pewayangan sosok figur Batara Ismaya atau lebih dikenal dengan panggilan Semar Badranaya. Meskipun dia adalah salah satu pemimpin para dewa, tidak ada golongan makhluk apa pun yang menakutinya, kecuali ayahnya sendiri, Sang Hyang Tunggal,” ucap Sukiman.
Hal itu diungkapkan Sukiman dalam kata sambutan sebelum pentas wayang kulit lakon Wahyu Pamong Sejati dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-56 Desa Bumi Restu dibawakan oleh dalang kondang asal Rumbia Lampung Tengah, Ki Mantep Jangkung Darsono, Kamis Kliwon Malam Jumat Legi (7/8/2026) .
Sukiman menambahkan, pagelaran wayang kulit lakon Wahyu Pamong Sejati ini diharapkan bisa memberikan motivasi kepada semuanya untuk bersama-sama mendukung pembanguna Desa Bumi Restu menuju Bumi Restu berkarya membangun bersama untuk maju sesuai tema peringatan hari jadi ke-56 Desa Bumi Restu 2026.
Lebih lanjut Sukiman menjelaskan
pentas wayang kulit merupakan salah satu jenis seni pertunjukan yang memasyarakat dan mudah diterima di semua kalangan karena pagelaran wayang tidak sekedar tontonan atau hiburan namun juga merupakan tuntunan dan tatanan yang mengandung nilai-nilai religius etis dan estetis.
“Pelajaran wayang kulit yang setara dengan pendidikan budi pekerti ini diharapkan dapat memberikan solusi alternatif untuk mengatasi berbagai krisis di kehidupan bermasyarakat,” terangnya.
“Selain itu, wayang kulit merupakan salah satu warisan budaya Indonesia dan bagian dari kearifan lokal keberadaannya tidak akan mati hal tersebut dapat digambarkan dengan setiap pagelaran wayang kulit selalu dihadiri dan ditonton oleh banyak orang, dan tidak hanya orang tua remaja pun banyak yang menonton dan dengan menikmati pagelaran ini,” imbuhnya.
“Pentas wayang kulit lakon Wahyu Pamong Sejati ini diharapkan kita semua bisa memetik makna positif dari lakon yang digelar pada malam hari ini,” pungkasnya.
Editor : Mustakim








