Diduga Limba PT BHS Steel Disulap Jadi Ladang Cuan oleh Oknum. Polisi Tutup Mata

- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GRESIK // JATIM KOMPAS RAYA.COM

Dugaan praktik tak beres kembali mencuat dari aktivitas pembuangan material bekas bongkaran pabrik PT Bahagia Steel (BHS Steel). Alih-alih dikelola sesuai prosedur lingkungan yang semestinya, tanah urug hasil pembongkaran bangunan pabrik justru diduga menjadi komoditas liar yang diperjualbelikan secara diam-diam di wilayah Cerme.

Informasi yang dihimpun dari sumber internal yang disebut memiliki kedekatan dengan pihak perusahaan mengungkapkan bahwa manajemen sebenarnya telah mengalokasikan kompensasi kepada armada pengangkut material. Kompensasi itu diberikan sebagai bentuk tanggung jawab atas proses distribusi dan pembuangan tanah urug ke lokasi yang telah ditentukan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun fakta di lapangan justru berbicara lain.

Sejumlah sopir armada angkut yang terlibat dalam pengangkutan material diduga mengambil jalur berbeda dari instruksi resmi. Tanah urug bekas bongkaran yang seharusnya dibuang sesuai titik yang ditentukan, malah dialihkan dan dijual ke pihak ketiga. Praktik ini disinyalir sudah berlangsung sistematis, memanfaatkan lemahnya pengawasan serta celah koordinasi antara pelaksana lapangan dan pihak pemberi kerja.

Lebih mencengangkan, tanah yang sejatinya merupakan sisa pembongkaran konstruksi industri itu justru dimanfaatkan oleh pihak pembeli sebagai material urugan untuk kepentingan pribadi. Artinya, material yang diduga memiliki potensi limbah justru berpindah tangan tanpa kejelasan standar keamanan maupun dampak lingkungannya.

Seorang sumber di lapangan menyebut, praktik ini bukan sekadar penyimpangan kecil, melainkan sudah menyerupai “bisnis bayangan” yang menguntungkan segelintir pihak.

“Perusahaan sudah bayar untuk buang. Tapi di bawah, materialnya malah dijual lagi. Jadi dapat dua kali keuntungan. Ini jelas bukan sekadar nakal, tapi sudah terstruktur,” ungkapnya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: apakah pihak perusahaan benar-benar tidak mengetahui praktik tersebut, atau justru terjadi pembiaran yang disengaja?

Jika benar ada penjualan material bekas bongkaran tanpa kontrol, maka potensi pelanggaran bukan hanya pada aspek etika kerja, tetapi juga menyentuh ranah hukum, khususnya terkait pengelolaan limbah dan distribusi material konstruksi yang tidak sesuai prosedur.

Wilayah Cerme yang menjadi lokasi pembuangan sekaligus transaksi material kini berpotensi menjadi korban dari aktivitas yang sarat kepentingan ini. Tanah urug yang tidak terverifikasi kualitas dan kandungannya berisiko menimbulkan dampak jangka panjang, baik terhadap lingkungan maupun keselamatan konstruksi di atasnya.

Ironisnya, praktik ini terjadi di tengah sorotan publik terhadap tata kelola limbah industri yang seharusnya semakin ketat. Namun yang terjadi justru sebaliknya—pengawasan lemah, koordinasi amburadul, dan integritas pelaksana lapangan dipertanyakan.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak PT BHS Steel terkait dugaan penyimpangan tersebut. Sementara itu, publik menunggu sikap tegas dari instansi terkait untuk turun tangan, mengusut alur distribusi material, serta memastikan tidak ada pihak yang kebal hukum dalam praktik ini.

Jika dibiarkan, kasus ini bukan hanya soal tanah urug—melainkan potret buram bagaimana sistem bisa dimanipulasi demi keuntungan pribadi, sementara risiko ditanggung oleh masyarakat luas.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompasraya.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamen PU Diana Kusumastuti Turun Langsung ke Rawa Sragi Palas, Tinjau Normalisasi Kali Gayau – Petani Bumi Restu: Tidak Sia-Sia Perjuangan Kami
Inspirasi Dari Palas: Kades Bumi Asih Poniran Sukses Budidaya 4.000 Batang Cabe, Hasil Panen 1 Kwintal Sekali Petik
Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki Kunker ke Kodim 0421/Lamsel, Beri Arahan Tegas ke Babinsa dan Persit
Gelar Sekolah Jurnalis IWO di SMAN 1 Sragi, Wakabid Kesiswaan Puji Hartono Mewakili Kepsek Zaelani: Siswa Harus Cerdas Bermedia
ASDP Bakauheni Perkuat Sterilisasi melalui Sistem Akses Berlapis
Kebakaran Hanguskan Sebagian Rumah KPR Subsidi di Perum Lubuk Lestari Kalianda, Diduga Korsleting Listrik – Keluarga Ria Kiswanto Harap Asuransi BTN Membantu
Solid dan Kompak! HUT TNI ke-81 di Koramil 421-08/Palas Diberi Kejutan Tumpeng oleh Camat Palas, Camat Sragi, Kapolsek Palas dan Kapolsek Sragi
Goes To School, IWO Lamsel Hadirkan SEJIWO di SMAN 1 Palas, Sior Aka Prayudi : Cetak Jurnalis Pelajar
Berita ini 131 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Wamen PU Diana Kusumastuti Turun Langsung ke Rawa Sragi Palas, Tinjau Normalisasi Kali Gayau – Petani Bumi Restu: Tidak Sia-Sia Perjuangan Kami

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Inspirasi Dari Palas: Kades Bumi Asih Poniran Sukses Budidaya 4.000 Batang Cabe, Hasil Panen 1 Kwintal Sekali Petik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki Kunker ke Kodim 0421/Lamsel, Beri Arahan Tegas ke Babinsa dan Persit

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Gelar Sekolah Jurnalis IWO di SMAN 1 Sragi, Wakabid Kesiswaan Puji Hartono Mewakili Kepsek Zaelani: Siswa Harus Cerdas Bermedia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:40 WIB

ASDP Bakauheni Perkuat Sterilisasi melalui Sistem Akses Berlapis

Berita Terbaru

Uncategorized

ASDP Bakauheni Perkuat Sterilisasi melalui Sistem Akses Berlapis

Selasa, 6 Okt 2026 - 23:40 WIB