
LAMPUNG SELATAN KOMPASRAYA.COM- Program unggulan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, yakni Lomba Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman dan Unggul) memasuki babak penentuan.
Dari total 260 peserta yang terdiri dari 256 Desa dan 4 Kelurahan se-Kabupaten Lampung Selatan, telah dilakukan penilaian tahap pertama dan mengerucut menjadi 40 besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabar membanggakan datang dari Kecamatan Palas. Desa Bumi Asih, Kecamatan Palas, berhasil lolos dan masuk dalam 10 besar, dan berhak mengikuti babak final untuk memperebutkan 5 besar terbaik tingkat Kabupaten.
TIM Penilaian Verifikasi Tahap II Lomba Desa HELAU turun langsung ke Desa Bumi Asih untuk melakukan verifikasi lapangan. Kedatangan tim disambut meriah dengan semangat gotong royong warga, Pada Senin (21/9/2026).
Kades Bumi Asih Optimis Juara
Kepala Desa Bumi Asih, Poniran, mengaku sangat optimis desanya akan menjadi juara. Menurutnya, capaian masuk 10 besar ini bukan kerja kepala desa semata, melainkan buah dari kekompakan seluruh warga.
“Alhamdulillah dari 260 desa dan kelurahan kita bisa masuk 10 besar. Saya optimis Desa Bumi Asih akan menjadi juara. Ini semua berkat gotong royong, guyub rukun warga masyarakat. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, RT, Kadus, BPD, Karang Taruna, ibu-ibu PKK yang telah bahu membahu mensukseskan HELAU ini,” tegas Poniran dengan penuh semangat.
Di bawah kepemimpinan Poniran, Desa Bumi Asih memang terlihat berbenah total. Aspek Hijau dengan penataan lingkungan, Elok dengan kebersihan dan keindahan desa, Aman dengan kerukunan warga, dan Unggul dengan pemberdayaan UMKM dan administrasi desa ditampilkan maksimal.
Kadis PMD Lamsel Puji Budaya Janeng Tetap Lestari Di Desa Bumi Asih

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lampung Selatan, Erdiansyah, yang turut hadir bersama Tim Penilai, mengaku sangat mensupport dan terkesan dengan apa yang ditampilkan Desa Bumi Asih.
Terlebih pada aspek LESTARI, Desa Bumi Asih menampilkan kesenian tradisional Jawa yang masih diuri-uri, yakni kesenian JANENG / JEDOR yang syairnya berisi Sholawatan.
“Saya sangat-sangat mensupport. Lestari itu bukan hanya lestari lingkungan, tapi lestari budaya. Dan di Bumi Asih ini luar biasa, kesenian tradisional Jawa Janeng yang syairnya Sholawatan masih hidup dan dijaga oleh masyarakatnya. Ini nilai plus yang tidak dimiliki desa lain. Budaya Jawa yang Islami, ini harus terus diuri-uri,” ujar Erdiansyah di sela-sela kunjungan verifikasi.
Menurut Erdiansyah, Lomba Desa HELAU bukan sekadar lomba kebersihan, tapi adalah implementasi visi Bupati Radityo Egi Pratama untuk membangun desa dari akar budaya dan kebersamaan.
Dengan masuknya Desa Bumi Asih ke dalam 10 besar, Kecamatan Palas kini menjadi sorotan. Warga berharap Desa Bumi Asih bisa membawa nama harum Kecamatan Palas dan menjadi juara umum Lomba Desa HELAU 2026 dan menjadi contoh desa yang benar-benar Hijau, Elok, Lestari, Aman dan Unggul.
Editor: mustakim









