DPRD Gresik Lupa Diri sebagai Wakil Rakyat? Warga Semambung yang Tergabung dalam paguyuban Walk Out Saat Audiensi

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 04:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gresik || Jatim  KOMPAS RAYA.COM

Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Semambung, Driyorejo, Gresik, menyisakan luka sosial yang belum reda. Bangunan kios yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga diratakan oleh alat berat dalam operasi gabungan yang melibatkan Satpol PP, PUPR, Dishub, TNI-Polri, serta aparat kecamatan dan kelurahan setempat.

Penertiban tersebut berjalan meski mendapat penolakan dari masyarakat. Para pemilik kios yang selama ini memanfaatkan lahan milik PU mengaku telah berjuang mempertahankan bangunan mereka, terlebih sebagian di antaranya pernah mengantongi surat resmi pada masa kepemimpinan bupati sebelumnya. Namun, upaya perlawanan itu tetap berujung pada pembongkaran total.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sehari setelah eksekusi, harapan warga sempat muncul ketika DPRD Gresik mengirimkan undangan audiensi. Masyarakat terdampak pun memanfaatkan momentum itu untuk menyuarakan aspirasi mereka secara langsung. Bahkan, mereka meminta pendampingan dari tokoh pergerakan, Ali Candi dari Genpatra, untuk mewakili suara mereka.

Namun, forum yang diharapkan menjadi ruang dialog justru berakhir ricuh. Dalam pertemuan tersebut, tampak seseorang anggota DPRD meminta Ali Candi keluar dari ruangan dengan alasan bukan pihak yang berkepentingan langsung. Keputusan itu sontak memicu reaksi keras dari warga yang hadir.

Aksi keluar ruangan pun tak terhindarkan. Seluruh undangan audiensi memilih meninggalkan ruangan sebagai bentuk protes atas sikap wakil rakyat yang dinilai tidak berpihak.
Sebelum keluar, Ali Candi sempat menyampaikan orasi lantang. Ia menyinggung kebijakan berbeda antara pemimpin sebelumnya dan saat ini.

“Bupati Robbach Ma’sum memberi izin karena memahami rakyatnya butuh kerja dan makan. Tapi sekarang dianggap bangunan liar,” tegasnya di hadapan forum. Kamis (9/4/26)

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan tajam di tengah masyarakat: apakah DPRD Gresik masih benar-benar menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat?

Alih-alih menjadi jembatan aspirasi, sikap yang ditunjukkan dalam audiensi tersebut justru dinilai menjauhkan diri dari rakyat yang sedang membutuhkan pembelaan. Warga yang datang dengan harapan didengar, justru dianggap bukan pihak berkepentingan.

Ironisnya, forum tersebut adalah undangan resmi dari DPRD sendiri.
Kini, masyarakat Semambung bukan hanya kehilangan tempat usaha, tetapi juga kepercayaan terhadap lembaga yang seharusnya menjadi representasi suara mereka.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompasraya.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setelah Viral Kini Kasus Penyalahgunaan Data Pribadi Di Proses dan Permintaan Keterangan
Tegas! Mas Botok Minta Pimpinan DPR Harus Mundur Kalau Pengesahan RUU Perampasan Aset Molor
KEPALA DESA SUKARAJA UNGGAH DI SOSMED: BANTUAN PKH DAN BPNT TAHAP 3 DESA SUKARAJA TIDAK CAIR KARENA 62 PENERIMA TERDETEKSI JUDOL
Pembangunan KDMP Pulau Jaya Hampir Rampung, Sejumlah Pemasok Material Klaim Belum Dibayar hingga Belasan Juta
Alfani Joando dan Indrawan Raih Juara Dua Turnamen Orado Garasi CUP 1 Kedaton Kalianda
Silaturahmi Keluarga IWO Lamsel di Palas Berlangsung Akrab
Oknum Guru MTs N 1 Lamsel Halangi Wartawan Saat Liput Kasus Perundungan R
Terima Laporan Disdikbud dan Setwan, Kasi Pidsus Kejari Pesawaran: Akan Kami Proses Secara Proporsional
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Setelah Viral Kini Kasus Penyalahgunaan Data Pribadi Di Proses dan Permintaan Keterangan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:19 WIB

Tegas! Mas Botok Minta Pimpinan DPR Harus Mundur Kalau Pengesahan RUU Perampasan Aset Molor

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:24 WIB

KEPALA DESA SUKARAJA UNGGAH DI SOSMED: BANTUAN PKH DAN BPNT TAHAP 3 DESA SUKARAJA TIDAK CAIR KARENA 62 PENERIMA TERDETEKSI JUDOL

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Alfani Joando dan Indrawan Raih Juara Dua Turnamen Orado Garasi CUP 1 Kedaton Kalianda

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Silaturahmi Keluarga IWO Lamsel di Palas Berlangsung Akrab

Berita Terbaru