
LAMPUNG SELATAN || KOMPAS RAYA.COM
Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pulau Jaya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, dikabarkan hampir rampung. Namun di balik progres pembangunan tersebut, muncul persoalan terkait pembayaran material dan sewa alat berat yang hingga kini disebut belum diselesaikan oleh pihak pemborong.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan pengurus KDMP maupun sejumlah pemasok material yang terlibat dalam pekerjaan pembangunan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bangunan KDMP di Desa Pulau Jaya saat ini telah berdiri dan proses pengerjaan disebut hampir selesai. Kendati demikian, sejumlah kewajiban pembayaran kepada pemasok material dan penyedia jasa di lapangan masih menjadi persoalan.
Salah satu pengurus KDMP yang ditemui pada Senin (24/08/2026) mengatakan, pihaknya berharap persoalan tersebut segera mendapatkan penyelesaian agar tidak mengganggu keberlangsungan program Koperasi Desa Merah Putih.
“Pembangunan sudah hampir selesai dan bangunannya sudah berdiri tegap. Namun sampai hari ini tagihan material belum dibayar oleh pihak pemborong. Kami khawatir persoalan ini berdampak terhadap keberlangsungan program KDMP ke depan,” ujarnya.
Ia menyebut, salah satu tagihan pengadaan material yang belum diselesaikan mencapai sekitar Rp2,5 juta.
Tak hanya itu, pemasok material lainnya juga mengaku masih menunggu pembayaran. Berdasarkan keterangan yang diterima, terdapat tagihan lain dengan nominal sekitar Rp6 juta, serta kewajiban sewa alat berat sebesar Rp7,2 juta.
“Hingga saat ini belum ada kejelasan kapan akan dibayarkan. Kami berharap pihak terkait segera menyelesaikan sisa pembayaran agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” ungkap salah seorang pemasok.
Persoalan pembayaran tersebut menjadi perhatian karena pembangunan KDMP merupakan bagian dari program pemerintah yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat desa. Karena itu, penyelesaian kewajiban kepada pihak-pihak yang telah menyediakan material maupun jasa dinilai penting agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Pengurus KDMP berharap pihak pemborong menunjukkan itikad baik dengan segera memberikan kepastian dan menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada para pemasok.
“Kami meminta ada itikad baik dan tanggung jawab. Jangan sampai masyarakat maupun pekerja di lapangan yang justru dirugikan akibat persoalan pembayaran ini,” tegasnya.
Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, pihak pemborong belum memberikan keterangan resmi mengenai adanya keterlambatan pembayaran tersebut, termasuk terkait penyebab dan kepastian waktu penyelesaian tagihan.
Persoalan ini pun masih menunggu klarifikasi dari pihak pemborong maupun instansi terkait agar informasi mengenai tunggakan pembayaran pembangunan KDMP Desa Pulau Jaya.








