Judi Sabung Ayam Diduga Dilindungi APH  Mojokerto Nyata tak Berani Menindak dan Tutup Mata

- Penulis

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MOJOKERTO || JATIM KOMPAS RAYA.COM

Desa Wates kembali menjadi sorotan publik setelah praktik perjudian sabung ayam yang sebelumnya sempat meredup, kini dilaporkan kembali menggeliat secara terang-terangan.

Aktivitas ilegal yang berlangsung di wilayah Kecamatan Magersari itu memicu gelombang keresahan masyarakat yang menilai aparat penegak hukum terlalu lamban bertindak meski praktik perjudian disebut sudah berlangsung cukup lama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah warga menyebut arena sabung ayam tersebut tidak lagi bergerak sembunyi-sembunyi. Aktivitas perjudian disebut berlangsung rutin dan ramai didatangi pemain dari berbagai daerah.

Kondisi itu membuat masyarakat mempertanyakan keseriusan aparat dalam memberantas penyakit masyarakat yang jelas-jelas melanggar hukum dan merusak ketertiban lingkungan.

“Kalau memang aparat serius memberantas judi, seharusnya tempat seperti ini sudah lama ditutup. Tapi faktanya sampai sekarang masih beroperasi. Masyarakat jadi bertanya-tanya, sebenarnya ada apa di balik semua ini,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Minggu (17/5/2026).

Menurut warga, keberadaan arena perjudian tersebut tidak hanya menimbulkan kegaduhan sosial, tetapi juga berpotensi memicu tindak kriminal lain. Arus keluar masuk kendaraan hingga larut malam, kerumunan orang asing, serta aktivitas taruhan uang dalam jumlah besar disebut membuat situasi lingkungan menjadi tidak kondusif.

Warga mengaku kecewa karena hingga kini belum terlihat langkah tegas dan berkelanjutan dari aparat setempat. Padahal, instruksi pemberantasan perjudian telah berkali-kali disampaikan pimpinan tertinggi Polri sebagai bentuk komitmen menjaga marwah institusi dan menekan praktik ilegal di tengah masyarakat.

Kekecewaan publik semakin membesar setelah muncul dugaan adanya oknum aparat yang disebut-sebut menjadi “beking” di lokasi perjudian tersebut. Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebut adanya dugaan keterlibatan seorang oknum anggota TNI AD aktif berinisial (A). Dugaan itu sontak memantik reaksi keras warga karena dinilai mencederai kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum dan institusi negara.

Warga menilai, apabila dugaan tersebut benar adanya, maka praktik perjudian di Wates bukan lagi sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan telah berubah menjadi gambaran buruk lemahnya pengawasan internal terhadap oknum aparat yang diduga menyalahgunakan kewenangan.

“Kalau benar ada yang membekingi, pantas saja berani buka lagi. Ini yang membuat masyarakat kehilangan kepercayaan. Jangan sampai hukum hanya tajam ke rakyat kecil tapi tumpul terhadap oknum yang punya kekuasaan,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Desakan pun diarahkan kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia dan pimpinan Tentara Nasional Indonesia agar tidak tinggal diam terhadap dugaan tersebut. Warga meminta dilakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik perlindungan terhadap arena perjudian itu.

Masyarakat juga mendesak Polres Mojokerto Kota dan Polda Jawa Timur untuk segera mengambil langkah konkret berupa penggerebekan, penutupan permanen lokasi perjudian, serta penindakan hukum tanpa kompromi terhadap seluruh pihak yang terlibat.

Menurut warga, ketegasan aparat dalam menangani kasus ini akan menjadi ujian nyata terhadap komitmen pemberantasan perjudian di Jawa Timur. Sebab jika praktik sabung ayam yang sudah menjadi sorotan publik saja masih bebas beroperasi, maka masyarakat khawatir hukum hanya menjadi formalitas tanpa keberanian menyentuh pihak-pihak yang diduga memiliki kekuatan dan pengaruh.

Hingga berita ini ditulis, aktivitas perjudian sabung ayam di Desa Wates disebut masih terus dipantau warga. Masyarakat berharap aparat bergerak cepat sebelum situasi berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas dan semakin memperburuk citra penegakan hukum di wilayah Mojokerto.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompasraya.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aset Telkom di Surabaya Publik Minta Eri Cahyadi Awasi Proyek Pengerjaan di Lapangan
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Penjabat Kepala Desa Bangunan Kecamatan Palas
Bupati Lamsel Ajak Nobar Piala Dunia Argentina Vs Mesir Bersama Masyarakat Di Lapangan Korpri
GAPRAK Desak Gelar Perkara dan Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Pencurian Kabel Telkom Rungkut Industri
Milad ke-3 dan Rakernas Persadin Sukses Digelar, Perkuat Konsolidasi Nasional dan Arah Pengembangan Organisasi
Gus Aulia Angkat Bicara! Gresik Jangan Diacak acak, Mari Jaga Kondusifitas, Kedepankan jaga kerukunan antar sesama
Guyub Rukun Ing Gawe, Pemdes Beserta Masyarakat Desa Bumi Asih Sukseskan Program Desa HELAU
Sesi Baru Kasus Dugaan Pencurian Kabel Telkom Jemursari dan Rungkut Industri, Sat Tipikor Polrestabes Surabaya Ambil Alih Penanganan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:13 WIB

Aset Telkom di Surabaya Publik Minta Eri Cahyadi Awasi Proyek Pengerjaan di Lapangan

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:51 WIB

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Penjabat Kepala Desa Bangunan Kecamatan Palas

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:27 WIB

Bupati Lamsel Ajak Nobar Piala Dunia Argentina Vs Mesir Bersama Masyarakat Di Lapangan Korpri

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:19 WIB

GAPRAK Desak Gelar Perkara dan Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Pencurian Kabel Telkom Rungkut Industri

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:38 WIB

Milad ke-3 dan Rakernas Persadin Sukses Digelar, Perkuat Konsolidasi Nasional dan Arah Pengembangan Organisasi

Berita Terbaru